Puisi cinta, Puisi Rindu, terangkum menjadi Kumpulan Puisi AnggrekBiru
Tulisan ini sesuai kategorinya, merupakan tulisan salah satu penghuni setia AnggrekBiru.Com (hi..hi..hi..). Nama penulisnya bisa anda lihat di nama yang tersebut dalam kategori tulisan ini.
Buat yang blum sempat baca dalam bentuk komentar, silahkan aja baca sekarang. Oh ya, buat yang belum dukung KenzT di Kompetisi Internasional, silahkan ketik di Internet Explorer kamu alamat URL berikut ini: http://xoonco.com. Itu web-nya Kenzt buat lomba. So, tinggalin komen disana yah… (Buat Asta, ayo dunk dukung KenzT, he…he…he…) Baca Tulisan berjudul
Ibu……
Malam ini dingin sekali….
Menunggu Ibu tepati janji…
Aku rindu Ibu temani…
Meski untuk terakhir kali…
Ibu…..
Aku sudah sekarat…
Nafas ini semakin berat…
Merangkak saja aku tak kuat…
Apa lagi memburu zakat…
Ibu…..
Aku sangat lapar…
Malam kemarin ibu tak sabar…
Nasi untukku ibu lempar…
Wajah kurusku Ibu tampar…
Ibu….
Jika Ibu tak ingini…
Tak usah lagi Ibu kesini…
Bila esok pagi aku pergi…
Jangan jasad ini Ibu tangisi…
18 Juni 2008, YW
Seorang Anak kecil berumur 4 tahun yang menderita lumpuh akibat kecelakaan tabrak lari, telah ditelantarkan oleh ibunya sendiri, karena dianggap sudah tak berguna lagi untuk mencari uang.
18 Juni 2008, YW
Ibu…mataku kabur…
Sudah tiga hari aku tak tidur…
Perutku hanya berisi bubur…
Sakit sekali rasa di dubur…
Ibu…aku sudah tak kuat..
Tak ada uang untuk berobat…
Apakah semua orang jahat…
Hanya ibulah yang malaikat..
Ibu…aku ingin pergi…
Menyusul ibu dibalik pelangi…
Dimana tak ada lagi sedih…
Dalam pelukan ibu abadi…
Anak jalanan sering kali menjadi objek pelecehan sexual; Dalam penderitaan, mereka mencari sosok ibu yang mungkin sudah meninggalkan mereka sendirian.
15 Juni 2008, YW
Puisi satu ini di posting dalam bentuk komentar di Puisi Bunda, oleh Mas Yovan Wisnu beberapa hari lalu. Setelah dipikir-pikir, selain memasukkan puisi tentang hubungan antara Ibu dan Anak dalam kehidupan Anak Jalanan ke dalam kategori Puisi Yovan Wisnu, saya akhirnya buatkan saja kategori Puisi Bunda.
Puisi berikut ini merupakan seri pertama dari 3 seri.
Thanx untuk Mas Yovan Wisnu atas karyanya. Bersambung di halaman ini »
Setiap sedih, selalu aja lagunya Pongky yang dinyanyiin pertamakali oleh Jikustik (kini oleh Siti Nurhaliza juga) yg berjudul Melawan Kesepian ini aku dengerin. Entah kenapa, rasanya lagu ini cukup bisa menemani hati yang sedih, yang sedang berusaha untuk tetap tegak berdiri selayaknya seorang Pria.
Apapun yang terjadi
Berjalanlah tanpa henti
Airmata tertahan
Waktu untuk dijatuhkan
Nanti kita kan tahu
Betapa bijaknya hidup
Sepahit apa pun ini
Pelajaran yang bererti
Semoga kepergianmu
Tak akan merubah apa pun
Semoga mampu ku lawan
Kesepianku…
Apa pun terjadi
Berjalanlah tanpa henti
Mohon maaf sebesar-besarnya, jika saya beberapa hari belakangn ini merasa kurang mood untuk membalas komentar yang ada disini ataupun di blog saya lainnya.Bukan maksud saya mengabaikan anda semuanya. Saya sungguh-sungguh tidak dapat fokus beberapa hari ini. Merasa seperti ditinggal oleh orang-orang yang saya cintai. Selalu saja ada titik terendah dalam kehidupan ini. Dan sepertinya, setelah 2005 lalu saya mengalami titik itu, kini sekali lagi saya harus mengalaminya.
Kehidupan harus terus berjalan
Kebutuhan…selalu meminta pemenuhan
Tak boleh ada stress, cari segera ketenangan
Seorang Pria harus berdiri tegak di setiap cobaan
Boleh bersedih sebab memang perih
Namun waktu tak boleh mati tanpa arti
Berjalanlah tanpa henti, kuatkan diri
Tersenyumlah untuk s’mua yang kau sayangi
Menangislah dalam hati
Melangkahlah s’bagai lelaki
Kelak pasti kan dapati
Bahagia terindah hidup ini
AnggrekBiru adalah sebuah nama, yang tertulis di sebuah puisi cinta beberapa tahun silam dari seorang terkasih yang akhirnya harus pergi. Kini AnggrekBiru hanyalah kumpulan kenangan indah, sedih, sbagai refleksi proses pembelajaran diri, serta sebuah ruang untuk menuliskan semua puisi-puisi yang tak pernah ikut mati.
Membaca Puisi Cinta klik disini